Kamis, 07 Mei 2015

Kumpulan istilah startup teknologi yang perlu Anda ketahui



Apabila Anda baru memasuki dunia startup teknologi, mungkin Anda akan merasa bingung dengan sejumlah istilah asing seperti pivot, pra-series, acqui-hire, dan banyak istilah lainnya. Untuk membantu Anda memahami istilah-istilah tersebut, melalui artikel ini Tech in Asia akan memberikan penjelasan dari sejumlah istilah yang umum digunakan di dunia startup.

Acqui-hire:
merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Google pada pertengahan tahun 2000. Istilah ini digunakan saat sebuah perusahaan besar merasa ide dari sebuah startup sangat buruk, tetapi memiliki tim yang berbakat. Pada akhirnya, sang perusahaan tetap melakukan akuisisi dengan alasan utama untuk merekrut tim berbakat tersebut.

Angel Investor:
merupakan istilah bagi individu (biasanya konglomerat) yang memberikan bantuan pendanaan kepada sebuah startup dengan mengambil sejumlah saham dari startup tersebut.

>> Trend Website Terbaru <<
>> Branding Mobil , emang penting? <<


Business-to-Business (B2B):
merupakan deskripsi dari sebuah model bisnis yang menargetkan bisnis lain untuk menggunakan produk atau layanan mereka.

Exit:
memiliki dua pengertian, yakni exit yang baik dan buruk. Exit dikatakan baik bila sang Founder menghentikan operasional startup buatannya, dan setelahnya startup tersebut diakuisisi perusahaan lain. Sedangkan exit yang buruk adalah cara lain untuk mengatakan apabila sebuah startup gagal karena sejumlah alasan.

Growth Hacking:
merupakan aktivitas atau strategi untuk menumbuhkan metriks sebuah startup dengan melakukan serangkaian metode, eksperimen, dan testing yang terukur.

Pivot:
merupakan istilah yang digunakan saat sebuah startup melakukan perubahan arah bisnis karena bisnis awal mereka tidak berjalan sesuai harapan. Akan tetapi perubahan yang dilakukan masih sesuai dengan ide awal mereka.
Sebagai contoh, ide awal dari Paypal adalah membuat layanan yang memungkinkan pengguna mentransfer uang dari satu Palm (smartphone) ke Palm yang lain. Ide tersebut tidak berjalan dan mereka melakukan pivot dengan membuat sistem pembayaran melalui e-mail yang memiliki jangkauan yang lebih luas. Akhirnya, sistem tersebut dilirik Ebay dan diakuisisi oleh perusahaan tersebut.

Seed funding:
merupakan istilah bagi startup yang mendapat pendanaan tahap awal atau untuk kali pertama sebelum seri pendanaan berikutnya. Saat ini, besaran seed funding di Indonesia berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar.

Seri:
merupakan rangkaian putaran pendanaan yang diperoleh sebuah startup. Contohnya, startup A mendapat pendanan seri B dari sejumlah investor.

Venture Capital (VC):
dana yang dikumpulkan oleh perusahaan VC dari sejumlah konglomerat atau institusi untuk diberikan kepada startup. Nantinya, perusahaan VC akan menerima imbalan sejumlah saham dari startup yang didanai.

Valuasi:
merupakan proses penentuan nilai sebuah startup. Misalnya, startup A mempunyai nilai valuasi atau harga layak jual sebesar Rp1,2 triliun.

Taken From : Technesia


Edited by : Azka Digital
Web Design Bali , Android Developer  , Jasa SEO Bali

aplikasi-android-belajar-koding



Sekarang hampir semua orang telah menggunakan smartphone. Penggunaannya pun bermacam-macam mulai dari membaca, menonton, dan yang paling sering mungkin bermain game. Namun, penggunaan smartphone akan menjadi kurang bermanfaat apabila hanya digunakan untuk hiburan. Dalam artikel perdana ini, Android Developer Bali akan menampilkan lima aplikasi Android untuk belajar koding sehingga smartphone Anda menjadi lebih bermanfaat.

Learn HTML5

html-5
Sesuai namanya, Learn HTML5 adalah aplikasi untuk belajar bahasa pemrograman HTML5. Untuk mulai belajar pengembangan website, hal dasar yang perlu diketahui adalah penggunaan tag karena kode-kode akan berjalan pada tag-tag tersebut. Dengan aplikasi ini, Anda bisa mempelajari tag-tag yang digunakan dalam HTML5 seperti tag untuk mendefinisikan link, tag untuk membuat paragraf dan tag lainnya. Aplikasi akan menyertakan informasi tentang setiap tag sehingga Anda mengetahui apa fungsi setiap tag yang ada. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan contoh bagaimana tag itu bekerja serta dilengkapi dengan sumber kode.
Google Play: Learn HTML5, gratis

Codebox

code-box


Berbeda dengan aplikasi sebelumnya, Codebox adalah aplikasi untuk belajar bahasa pemrograman C dan Java. Hal dasar yang perlu dipahami dalam belajar koding adalah algoritma. Dalam aplikasi ini Anda bisa belajar berbagai macam jenis algoritma seperti algoritma sorting, algoritma perbandingan, algoritma pencarian, dan lainnya. Setiap algoritma disertai dengan penjelasan tentang bagaimana algoritma tersebut bekerja. Selain itu, dalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan sumber kode dan hasil ketika kode tersebut dijalankan.
Google Play: Codebox, gratis

>> Mengelola Media sosial untuk Berbisnis? <<
>> Menentukan Jenis Bisnis Online yang sesuai keinginan <<
>> Tips Web Design Untuk Pemula <<

C, Javascript, Java Programs

java-programming
Sesuai namanya, C, JavaScript, Java Programs merupakan aplikasi untuk belajar bahasa pemrograman C, JavaScript, dan Java. Berbeda dengan Codebox yang hanya membahas tentang algoritma, aplikasi ini memiliki lebih banyak contoh program. Mulai dari Java Applet untuk penggunaan Java pada pengembangan web, struktur data, array, hingga algoritma sorting. Setiap contoh program akan disertai sumber kode dan hasil kode ketika dijalankan. Sayangnya aplikasi tidak menyertakan informasi untuk setiap contoh program tersebut.
Google Play: C, JavaScript, Java Programs, gratis

AIDE

web design bali
Berbeda dengan tiga aplikasi sebelumnya yang hanya memberi contoh, dengan aplikasi ini pengguna bisa bereksperimen langsung melalui smartphone. AIDE merupakan aplikasi untuk belajar bahasa pemrograman Java. Ada tiga kategori yang bisa dipelajari yaitu: Java Skill, Android Development, dan Game Development. Aplikasi ini cukup interaktif karena pengguna akan dipandu secara bertahap. Misalnya untuk materi pertama yaitu menampilkan “Hello World”, pengguna akan diberi petunjuk untuk menjalankan program yang telah disediakan. Setelah program berhasil dijalankan, kemudian masuk ke tahap selanjutnya yaitu memodifikasi kode program yang telah disediakan. Sebuah panah akan memberi petunjuk bagian mana yang harus diubah sehingga pengguna tidak akan kebingungan.
Sayangnya aplikasi ini hanya menyertakan dua materi yang bisa diakses secara gratis. Namun, apabila ingin belajar lebih serius bisa mengakses semua materi yang disediakan dengan berlangganan terlebih dahulu.
Google Play: AIDE, gratis

Pocket Code

web design bali
Aplikasi terakhir yaitu Pocket Code. Berbeda dengan aplikasi sebelumnya yang membahas dasar-dasar bahasa pemrograman, pada aplikasi ini pengguna bisa membuat, mengedit, dan menjalankan program langsung dari smartphone.
Aplikasi ini dirancang untuk anak-anak dan remaja sehingga tidak menggunakan script bahasa pemrograman seperti Java atau C, melainkan menggunakan program khusus bernama “Cantrobat” yang divisualisasikan menyerupai permainan Lego. Untuk membuat program, pengguna cukup menumpuk blok-blok program yang telah disediakan. Misalnya pada blok pertama berisi script “When program started”, kemudian pada blok selanjutnya berisi script “Change size by 10”. Blok pertama merupakan perintah yang dijalankan ketika program mulai, kemudian blok kedua merupakan perintah selanjutnya setelah program mulai yaitu mengubah ukuran menjadi 10.
Aplikasi ini menyediakan contoh-contoh program berupa game yang bisa didownload terlebih dahulu, seperti game Galaxy War, Tic-Tac-Toe, dan Air Flight. Program-program tersebut bisa dimodifikasi dan bisa dimainkan langsung melalui smartphone.
Google Play: Pocket Code, gratis

Demikian lima aplikasi Android untuk belajar koding. Semoga aplikasi-aplikasi di atas bermanfaat dan dapat membantu Anda belajar koding.

Need web design  atau design logo / instalasi komputer?
hubungi Azka Digital , web design paling populer di Denpasar Bali Indonesia

taken from : techasia.com